Ketika fajar menyapa mayapada kabut pagi malu-malu hendak menepi. Fajar pagi menyapa begitu ramah dengan senyuman keemasannya. Kokok ayam bersahutan ditingkahi irama dan nada yang dimainkan burung yang bertengger di pohon kersen. Aku menengok ke arah Timur, fajar pagi terus secara perlahan tanpa upaya berhenti sejenak. Sementara kabut mulai kabur secara senyap pergi sambil melambaiContinueContinue reading “Kaburkah Nuansa?”