Kususuri jalan beraspal kasar di depan rumahku. Kerikil masih saling berpelukan akibat direkateratkan kerasnya perekat panas. Mereka sudah saling menyatu dalam satuan waktu tiga menjelang empat tahun ini. Bebatuan karang yang menjadi alas mereka di bawahnya tak terlihat. Lumpur telah digeser ke tepian menyisakan semak dan rerumputan bila tidak dijamah tangan berakhlak mulia untuk menyingkirkanContinueContinue reading “Jalan Beraspal ini”