KBM Terbatas

Hari ini, Senin, sebagaimana hari Senin yang lain dan hari-hari lainnya dalam seminggu sejak tahun pelajaran baru 2020/2021 dimulai, kami tetap ke sekolah secara terbatas. Apa yang terbatas?

  • Terbatas jumlah siswa ke sekolah. Hanya kelas 4, 5 dan 6 saja yang datang ke sekolah. Kelas 1, 2, dan 3 belum diperkenankan ke sekolah.
  • Terbatas waktu berada di sekolah. Antara jam 08:00 – 10.00. Hanya 120 menit. Di antara 120 menit itu 80 menit dipakai untuk KBM. Empat puluh menit lainnya untuk baris (apel masuk dan pulang), serta membersihkan ruangan.
  • KBM terbatas materi. Materi yang diberikan di kelas untuk mereka terbatas.

Kami mesti tetap memperhatikan prosedur dan protokol kesehatan agar semua terhindar dari virus korona, serta tidak menjadi pembawa virus itu atau bahkan menciptakan area baru penyebar virus itu.

Rekan-rekan guru Kelas 1, 2 dan 3, secara jujur merasa tidak dapat melaksanakan proses belajar yang disebutkan sebagai PJJ. Ya, kami sadari hal itu karena keterbatasan kami pada pengetahuan dan ketrampilan penggunaan produk teknologi informasi dan komunikasi.

Maka, kami masih berdo’a dan berharap agar si virus korona segera berlalu. Kami telah mempunyai kesepakatan dengan orang tua siswa. Kesepakatan itu akan kami uji coba dalam bulan Agustus 2020 yang akan datang. Sesudah itu kami akan evaluasi.

Sampai dengan saat ini, bila mengikuti petunjuk apa yang dikeluarkan oleh Kemndikbud, jumlah siswa di SD Inpres Buraen hanya 78 siswa (Kelas 1 – 6). Itu berarti kami semestinya dapat melaksakan KBM di sekolah oleh karena tiap kelas (rombel) jumlahnya tidak mencapai angka 20 orang.

Tapi, kebijakan daerah tentu harus didengarkan. Maka uji coba yang akan kami lakukan pun masih tetap dalam koridor mendengarkan kebijakan daerah (Kabupaten Kupang, dhi Dinas P & K)

Buraen, 27 Juli 2020

Published by Heronimus Bani

Guru, membaca dan menulis mana suka

Design a site like this with WordPress.com
Get started