Duniaku senja ini tak lebih luas dari daun kelor. Di duniaku ini aku menggeser gosok saja layar. Di sana aku dapat menyaksikan kisah kesuksesan dari daur ulang suksesi demokrasi. Di sana ada kegemilangan dari kerlap-kerlipnya pentas bergelimang kemewahan sementara di kolong pentas merayap-rayap para pemulung mencari nafkah dari sisa kerlap-kerlip untuk daur ulang. Di sanaContinueContinue reading “Angin Senja Berlalu”
Monthly Archives: May 2020
Senja tanpa Tanda
Langit masih saja sendu wajahnya. Rasanya ia belum rela menerima salam dengan suara paling lantang dari kaum penikmat udara segar. Para peladang pergi buru-buru pada pagi hari, dan pulangnya sambil kuyup pada petang. Cerita dari ladang menggemaskan. Ibu rumah tangga cemas pada situasi persediaan di lumbung yang tak seberapa luasnya di loteng dapur yang biasanyaContinueContinue reading “Senja tanpa Tanda”
Rean Fauk?
Ketika merenungkan kata yang tepat untuk menulis judul pada artikel pendek ini, saya mesti berpikir ulang. Bolehkah saya memasang judul dalam bahasa daerah? Saya akhirnya memberi judul seperti dua kata pendek di atas. Kedua kata itu memang dalam bahasa daerah saya, Bahasa Amarasi. Tulisan tentang Rean telah mengantar saya pernah menjadi pemateri di dua KonferensiContinueContinue reading “Rean Fauk?”
Mencari yang khas Timor
Hari-hari menyenangkan dan menggalaukan hati mengikuti International Conference on Languages Documentation an Conservation di Manoa University Hawaii. Bukan saja seminar dan diskusi, tapi ada pula workshopnya. Saya memilih mengikuti pembuatan vidio pendidikan yang sederhana. Tapi belum satupun vidio saya sempat buat. Kenapa? Pengadaan perlengkapan (equipment to… ), selain mesti belajar lagi, berhubung telah dimakan waktu.ContinueContinue reading “Mencari yang khas Timor”
Dengan Kata
Dengan kata, lahir berbagai ujaran dan ucapan.Bahkan kamuspun makin bertumpuk timpukhingga ensiklopedia beragam rias menghias rak bukuliteratur berkitab-kitab berawal dari buku berbuku dan berkubusana-sini berjejer berima ritme artikel beropini terkini lalu melayang buang. Dengan kata nabi dan rasul mengantar suara Tuhanpetobat mengikuti sembari bersembunyi dari pedang penghujatpendakwah menggugah rasa berkeyakinan usang penginjil menabrak kepongahan imamContinueContinue reading “Dengan Kata”
Entah Langit Menangis?
Berlalu hari bertambah hitungan, sebentar panas sebentar mendung. Antara cemas dengan gemas, makhluk berpanas merindukan kepuasan. Kabar tak kabur hujan mengguyur. Hutan menyerah banjir menggerayang makhluk menangis di tengah korona memohon Ilahi singkirkan bencana. Siapa tengadah pada tuan angkasa? Insan ber-Tuhan tentulah dia! Tapi mengapa Tuhan membisu? Tiadakah Tuhan mempunyai telinga? Kutanyakan pada langit semalamContinueContinue reading “Entah Langit Menangis?”
Pandanglah Umat-Mu
Pandanglah umat-MuUlurkanlah tangan kasih-MuDengarkanlah seruan anak-anak-Mu Ya Tuhan.Dunia menghimpit rasaAlam meradang rinduHati umat manusia bergetar Korona menyerangKorona menerjangKorona mengguncang Siapakah yang tahan berdiri?Siapakah yang gagah perkasa?Siapakah pionir terdepan? Ya TuhanJauhkanlah.Singkirkanlah.Korona dan wabah lainnya.Izinkanlah umat-Mu berkaryaSeturut kasih dan karunia-Mu (Roni Bani/Koro’oto, 14 Mei 2020)
Bila Malam Meradang
Sahabat, Apa kabarmu malam ini? Hatiku sedang berdendang walau tak seindah biduan Mungkinkah kau sedang berdendang pula? Kudendangkan kenangan malam yang sedang meradang. Manakala keheningan tergoda benturan kepentingan. Berbaris kabar menghias seantero jagad Pernahkah kau mengulum satu saja di antaranya? Ataukah kau berbisik pada kekasihmu bahwa kau telah muak pada dunia yang penuh kemunafikan?Sahabat, BilaContinueContinue reading “Bila Malam Meradang”
Gemas Pagi
Awan pagi bergeser memberi celah pada alur pikir.Cahaya tak rela membiarkan alur pikir berderak di antara bebunyian kendaraan di pedesaan.Produk teknologi merambah hingga kolong pembaringan rusak sekalipundi sana dibuanglah bangkai rakitan tak terpakai. Bayu berhembus menyela dedaunan nyiur yang hancur dikerat hama.Pepohonan itu telah lama menderita virus yang tak pernah ada vaksinnya.Walau buahnya tetap diambilContinueContinue reading “Gemas Pagi”
Tanpa Ribet
Sejak satu jam berlalu ketika terjadi pergantian hari baru, saya mencoba masuk ke dunia alfabet. Di sana tanda-tanda sebagai lambang bunyi sudi digeser-geser. Mereka tak tersinggung bahkan teramat senang dan mungkin bahagia. Mereka menjadi pembentuk suku kata hingga paragraf. Satuan-satuan paragraf telah mengalirkan kisah-kisah yang menjadi bacaan. Bacaan yang entah disukai atau malah dicaci. SatuContinueContinue reading “Tanpa Ribet”