Hari Selalu saja kau disebutkan namamu, hari
Entah sampai kapan namamu, hari akan lenyap
Kau tetap ada setiap hari, selama masih ada waktu
Selama bumi dan semesta ada,
namamu tetap ada dalam ragam kata
berbeda atas alasan entitas
Alyawn…Arab
Beurang … Sunda
Day… Inggris
Dag… Belanda
Din … Hindi
Dina …Jawa
Rin …China
Dan pasti banyak lagi
Hari, andai kau dapat diraba
Hari, andai kau dapat dipeluk
Hari, andai kau dapat diajak bicara
Mungkin ada yang hendak menangkapmu
Mungkin ada yang mengelus dirimu
Mungkin ada yang rindu menumpahkan isi hatinya
Tapi…
Bagaimana model dan bentukmu, hari?
Siapa yang sudah melukis rupamu, hari?
Aku duduk di teras rumahku yang kotor berdebu
Aku mendengar kata orang menyebut namamu,
“Hari ini … !”
Oh,
Lalu melanjutkan dengan kalimat lengkapnya
Sementara anak-anakku baru saja bercerita,
mereka memulai dengan kata-kata,
“Ini hari… !”
Apakah kata tunjuk itu membedakanmu?
Aku merasakan tidak ada bedanya padamu, hari.
Kau tetaplah hari yang tak dapat dilihat dan diraba
Kau dilafalkan tanpa pernah melihat model dan rupa
Kau bahkan tak dapat dirupakan oleh perupa dan pelukis.
Hari..
Jumlahnya tidak lebih dari tujuh
Kecuali pada mereka yang katanya primitif
Boti, memiliki sembilan hari dalam seminggu
Neon Ai ~ hari untuk api
Neon Oe ~ hari untuk air
Neon Besi ~ hari untuk besi
Neon Uispah-Uisneno ~ hari untuk raja dan tuhan
Neon Suli ~ hari berselisih
Neon Masikat ~ hari untuk rampasan
Neno ‘Naek ~ hari raya
Neon Li’ana’ ~ hari untuk anak-anak
Neon Tokos ~ hari perhentian
Adakah hari lain padamu? Ada!
Neon Mese‘ ~ hari pertama ~ Senin
Neon Nua’ ~ hari kedua ~ Selasa
Neon Tenu’ ~ hari ketiga ~ Rabu
Neon Haa’ ~ hari keempat ~ Kamis
Neon Nima’ ~ hari kelima ~ Jumat
Neon Ne’e ~ hari keenam ~ Sabtu
Neno Krei ~ hari Gereja, Minggu
Hari .. ! Hari … !
Koro’oto, 30 April 2020
Heronimus Bani
Hari