Terbang ke Awan

Malam makin larut seturut bergesernya rembulan penanda rindu. Kuangkat wajah ini dan kutengadahkan. Di ketinggian tak terukur, lambaian awan padaku. Mungkin di sana ada kesunyian, sementara aku di sini ada dalam kesepian dan himpitan di antara rindu pada kesibukan dan ketegasan protokol kesehatan. Aku duduk sebentar. Sepotong ranting kupilihkan yang dengannya kugunakan mencungkil bebatuan kecilContinueContinue reading “Terbang ke Awan”

Mentari Pagi pun Malu

Raja siang selalu tiada bergeser dari singgasananya. Bila rasa dan mata meyakini sang raja seperti bergeser, menurut para pakar, hal itu terjadi karena ada rotasi dan revolusi bumi padanya. Ia selalu mendapati makhluk manusia dalam kesibukan pada situasi manapun. Dulu sang mentari malu pada perempuan Timor. Mengapa? Bertahun-tahun lampau kaum Hawa di Timor selalu lebihContinueContinue reading “Mentari Pagi pun Malu”

Design a site like this with WordPress.com
Get started