Aku tinggalkan ruang inspirasi. “Maaf lampu, kebetulan kau padam. Padamlah! Dan kau laptop, biar kau istirahat dari setrum dan pijitan jemariku! Kau android kecil, kau boleh tersenyum tak berbeban pagi ini!” Aku tiba di halaman belakang rumahku. Di sana aku sambangi pohon asam dan alpokat. Keduanya berbuah cukup banyak. Alpokat tersisa beberapa buah setelah rontokContinueContinue reading “destar tanpa ide”