Ketika Rinai Memercik Rinai memercik rerumputan manakala remang petang tiba.Lelehan satu titik bersambungan pada titik berikutnyaNampak bagai liur memercik keluar dari menganganya mulutdi sana, hendak terukir lukisan bernas pada lempengan kulit keemasan. Tersipu mengelus setitik rinai di permukaan ituJengah rasa ini mendekat ketika kerling menggodaRikuh menyodorkan satu belahan tapak tangan menyentuh arimonyos memerah wajah hendakContinueContinue reading “ketika rinai memercik”
Daily Archives: April 15, 2020
ketika di remang petang
Ketika di Remang Petang Langit selatan berubah warna kemerahan menjadi keemasan. Indah tanpa sapuan kuas pewarna. Siapa yang naik ke sana memberi nuansa warna itu? Tidak ada seorang pun yang tiba di sana. Setiap remang petang tiba, di lereng dan puncak-puncak bukit pemandangan menarik nan elok. Ketika di bibir pantai orang duduk menunggu saat bulatanContinueContinue reading “ketika di remang petang”
LIMA BELAS APRIL DUA RIBU SEMBILAN BELAS
Seorang Feisbuker bernama Imelda Vinitus Kapitan mengunggah kembali apa yang ditulisnya pada 15 April 2019. Dia seakan mengingatkanku tentang satu hingga tiga hari teramat berat pada kami komunitas keluarga yang dalam Umi Nii Baki. Catatannya sebaagai berikut:Bahkan sampai hari inipun aku tak tahu siapa nama beliau. Yang aku tau sering disebut Tungguru Agama. Lahir diContinueContinue reading “LIMA BELAS APRIL DUA RIBU SEMBILAN BELAS”
pagi yang lambat
Angin pagi menyibak mega. Suasana pagi di desa masih seperti kemarin. Pepohonan berdaun hijau ditimpa cahaya mentari pagi keemasan. Kemilau indah manakala menubruk berkas-berkas embun di rerumputan. Aku masih berdiam durja. Gerangan apa yang hendak dapat kuperbuat saat ini? Lambat…! Aku terlambat bangun. Pagi telah lebih dahulu tiba di titik awalnya.Ia mengerlingkan mata sambil menyunggingContinueContinue reading “pagi yang lambat”