DAN CAPUNG ITU

Aku tertegun sesaat. Aku tinggalkan ketermenunganku di bibir sumber air itu. Kini pandang indra penglihatan kuarahkan kepada seekor serangga. Agar tidak nampak ketololanku pada Lelaki Timor itu di Sumber Air, maka aku pindah posisi duduk. Pandanganku mengikuti kemana arah terbangnya serangga yang satu ini. Capung. Ia terbang rendah dengan tubuh langsing menjadikannya amat ringan. PastilahContinueContinue reading “DAN CAPUNG ITU”

Design a site like this with WordPress.com
Get started