Senja tibasaat yang tepat meninggalkan sarangwaktu yang tak boleh dapat ditahan-tahanmanakala hidup mesti dimulaiitu bagian dari alur naturaltelah diatur sang Khalik. Suara tajam kulengkingkansorot mata kutembakkantajam telinga kupasangkanpantulan tiba serangan bertubiMangsa kudapat di genggaman Aku sehat di sarangkuAku kuat di gantungankuTak kusebar kabar burukTak kutebar pamflet berdukaBerhubung aku bukan pelukisBila menulis tiadalah mungkin Kini… KabarContinueContinue reading “Kalong pun Tersenyum saja”