Sejernih bening Embun

Temaram fajar menggodaku pagi ini. Sebentuk rindu menggeser kenangan kelamarin. Ketika ronta pengetahuan masih menggantung. Dan nilai persahabatan mendayu hati. Kicau burung berseloroh dan berceracap di antara kokok ayam. Tak kalah pula jangkrik melengkingkan suaranya. tak berniat ia berkompetisi pada ciap anak ayam. Mereka saling berampasan mengumumkan datangnya fajar pagi ini. Meong tersenyum di sampingContinueContinue reading “Sejernih bening Embun”

Design a site like this with WordPress.com
Get started